"Ini (aksi tutup mulut, mata dan telinga) sebagai lambang ketidak pedulian pemerintah SBY-JK terhadap rakyat kecil dengan menaikan BBM," kata ketua BEM UI Edwin Noftan Noval di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (14/6/2008).
Seperti aksi demo lainnya, selain memakai jaket almamater berwarna kuning, para mahasiswa ini juga membawa berbagai spanduk. Spanduk-spanduk itu antara lain bertuliskan 'Jangan Lupakan Isu BBM', 'Turunkan Harga BBM', ' dan 'Renegosiasi Ulang Kontrak Karya dengan Perusahaan Asing'.
Usai beraksi, para mahasiswa ini berniat masuk ke dalam Istana. Mereka ingin mengikuti wisata rakyat ke Istana Presiden. Namun niatan tersebut urung terlaksana. Langkah mereka dicegat personel polisi yang jumlahnya lebih dari dua kali lipat.
"Wah padahal kita sudah memenuhi prosedur dengan berpakaian rapih dan lainnya," ujar Edwin sambil melanjutkan demo kecil-kecilannya. (djo/djo)











































