Penegasan itu disampaikan Joko saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Sabtu (14/6/2008).
"Silakan mereka menyebut trafo itu palsu, tapi saya akan buktikan kalau alat itu bisa bekerja dengan baik," lanjut Joko Suprapto tanpa menjelaskan dengan detil dengan cara apa dan kapan pembuktian itu akan dilakukannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pakar yang selama ini 'tersihir' oleh Joko Suprapto akhirnya membongkar alat ajaib itu. Setelah dicek, ternyata kotak ajaib itu tidak ada apa-apanya. Kabar bahwa kotak ajaib itu adalah pembangkit listrik ternyata bohong besar, sehingga tidak layak untuk diteruskan.
Pembongkaran alat pembangkit dilakukan oleh PT MPK, salah satu badan usaha UMY, bersama tim dari Teknik Elektro UMY, antara lain Ir Jamal, Ir Ri'fan MT serta melibatkan pakar kelistrikan, seperti Prof Dr Adhi Susanto (UGM), Sudiartono (PSE UGM) dan Dr Sarjiyo (UGM). Para wakil rektor, dekan, BPH UMY serta aparat kepolisian turut menyaksikan proses pembongkaran alat pembangkit yang dipasang di salah satu ruang di dekat kompleks asrama mahasiswa UMY di kampus terpadu.
Setelah alat itu dibongkar, tim ahli berkesimpulan bahwa Pembangkit Listrik Mandiri Jodhipati yang didapat dari Joko Suprapto asal Nganjuk Jawa Timur yang diklaim bisa menghasilkan listrik 3 Mega Watt itu bukan pembangkit listrik. (bdh/djo)











































