Sementara itu gejala dyslexia terjadi pada sekitar 4 persen anak. Demikian penelitian yang dipimpin oleh seorang profesor asal London, Brian Butterworth seperti dilansir ABCnews, Sabtu (14/6/2008).
Menurut Butterworth, anak-anak yang mengalami gejala dyscalculia akan sangat lemah mengenal angka. Parahnya, kondisi ini luput dari perhatian para guru di sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bermasalah dengan waktu, uang dan bahkan kalkulasi yang sederhana," kata Butterworth.
Namun penelitian oleh ilmuwan Inggris dan Amerika Serikat menyebut, penderita dyscalculia memiliki kemampuan berbahasa lebih baik. Selain itu, mereka juga akan menonjol dalam seni dan bahkan beberapa aspek matematika. (ken/ken)










































