"Kita menganggap pemboikotan itu biasa saja. Bagi Demokrat, kalau kita bersengketa hukum, ya biarkan diputuskan di pengadilan," kata Ketua FPD Syarif Hasan dalam diskusi 'Golkar dan PD: Duet atau Duel di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/6/2008).
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua FPG Idrus Marham menyatakan bahwa sikap fraksinya memboikot karena Mendagri dianggap melanggar UU. Selain itu, boikot diambil fraksinya sebagai upaya mengingatkan agar seluruh proses Pilkada dilaksanakan sesuai dengen ketentuan yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, pengamat politik M.Qodari yang turut hadir menilai berbeda. Dia menganggap, boikot FPG dan ancaman akan mencabut dukungan terhadap SBY hanya gertakan semata. Karena selama ini, PG tidak pernah melepaskan diri dari kekuasaan.
"Bagi Golkar, kekuasaan itu sangat memesona. Itu hanya gertak sambal saja, seperti main silat. Ciat-ciaaat," ucap Qodari. (Ari/ken)











































