Jamdatun: Beri Saran Artalyta, Apa yang Salah?

Jamdatun: Beri Saran Artalyta, Apa yang Salah?

- detikNews
Jumat, 13 Jun 2008 15:50 WIB
Jakarta - Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejagung Untung Udji Santoso mengaku memberi sejumlah saran agar Artalyta Suryani tidak terjerat tuduhan suap. Untung merasa hal itu tidak salah.

"Ya. Sekarang apa yang salah. Misalkan Anda naik sepeda motor ditangkap polisi, nggak punya SIM. Terus Anda telepon saya, saya katakan, sudah diambil saja yang di rumah. Apa yang keliru?" kilah Untung.

Berikut adalah petikan wawancara wartawan dengan Untung yang ditemui di ruang kerjanya di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (13/6/2008).

Bagaimana tentang jumlah uang yang Anda sebut Rp 600 juta?

Saya tidak pernah bilang, seingat saya Rp 650 ribu. Makanya saya bilang, itu belum gratifikasi. KPK membuat edaran, gratifikasi itu di atas Rp 1 juta.

Apa benar Bapak memberi saran agar uang itu dikatakan sebagai biaya berobat?

650 (ribu) kan lumrah. Kalau 650 ribu US dolar buat apa itu.

Jadi memang pernah menyarankan begitu ya Pak?

Ya. Sekarang apa yang salah. Misalkan Anda naik sepeda motor ditangkap polisi, nggak punya SIM. Terus Anda telepon saya, saya katakan, sudah diambil saja yang di rumah. Apa yang keliru?

Kalau saran menyebut uang itu untuk dagang?

Ndak. Saya tidak pernah katakan seperti itu.

Apa maksud kalimat Artalyta 'ini kan mesti mengamankan bos kita'?

Saya nggak tahu. Tanya saja sama dia (Artalyta).

Apa benar diminta Artalyta untuk menelepon Antasari?

Dia minta tolong, suruh telepon. Tapi tidak saya kerjakan. Saya katakan, kenapa nggak you saja yang telepon.
(fiq/djo)


Berita Terkait