Michelle Obama Jadi Target Partai Republik

Michelle Obama Jadi Target Partai Republik

- detikNews
Jumat, 13 Jun 2008 13:59 WIB
Jakarta - Michelle Obama belakangan ini kian familiar. Bahkan kubu Partai Republik menjadikan wanita itu sebagai target serangan mereka dalam kampanye kepresidenan AS.

Ini terkait dengan komentar mengejutkan yang diucapkan istri Barack Obama itu belum lama ini.

Dalam acara penggalangan dana kampanye Partai Republik, Michelle disindir oleh figur Republik, mantan Menteri Luar Negeri Lawrence Eagleburger. Saat memperkenalkan Cindy McCain, Eagleburger menyebut istri John McCain itu sebagai orang "yang bangga akan negaranya, bukan cuma sekali namun selalu."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama Michelle memang tidak disebut-sebut saat itu. Namun audiens langsung menangkap maksud perkataan Eagleburger. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (13/6/2008).

Pada Februari lalu, Michelle pernah mengeluarkan komentar yang langsung menimbulkan kontroversi. "Untuk pertama kalinya dalam kehidupan saya setelah dewasa, saya benar-benar bangga akan negara saya," cetus Michelle saat itu.

Sontak saja Michelle dituding sebagai warga yang tidak patriotis dengan komentarnya itu. Memang Michelle kemudian mengklarifikasi statemennya itu.

Dikatakannya, kebanggaan yang dimaksudnya adalah dalam proses politik karena suaminya bisa menjadi capres. Bahkan ditegaskan Michelle, dirinya pasti selalu bangga akan negara AS.

Namun komentar Michelle itu sudah telanjur menuai kontroversi. Bahkan Partai Republik Tennessee memanfaatkan komentar Michelle itu untuk menyerang Obama.

Kata-kata Michelle diposting dalam sebuah video web yang menampilkan para pemilih mengaku bangga akan negara mereka.

Video tersebut ramai dibahas media dan sempat membuat Obama berang. "Berhenti mengganggu istri saya," cetus Obama saat itu kepada para wartawan.

Sejumlah pengamat mengatakan, kubu Obama kini harus lebih mengangkat profil Michelle ke para pemilih sebelum Partai Republik terlalu jauh memanfaatkan wanita itu untuk menjatuhkan Demokrat. (ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads