Deplu Sesalkan Penayangan Video Pembakaran Perahu Nelayan RI

Deplu Sesalkan Penayangan Video Pembakaran Perahu Nelayan RI

- detikNews
Jumat, 13 Jun 2008 12:52 WIB
Jakarta - Tindakan Australia yang menyampaikan protes terhadap penayangan video pembakaran perahu nelayan Indonesia di SCTV dan Metro TV dibenarkan Deplu. Deplu menyesalkan penayangan video usang tersebut.

"Sangat disesalkan seharusnya media tidak menayangkan video usang itu," ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah dalam jumpa pers di Deplu Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (13/6/2008).

Menurut Faizasyah, penayangan video dapat mengganggu hubungan Indonesia dengan Australia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam hal ini hubungannya antara Australia dengan media. Tidak usah dipakai lagi karena dapat menggangu hubungan Indonesia dengan Australia," jelas Faizasyah.

Menurut Faizasyah, pemerintah Australia telah melayangkan protes atas penayangan video pada 11 Juni 2008 itu kepada media yang menayangkan video tersebut. Meski demikian, pemerintah Australia selalu bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya.

"Untuk kasus yang terbukti salah tangkap, pihak Australia telah memberikan kompensasi dengan membayar kapal-kapal yang dibakar. Selain itu sudah ada langkah-langkah konkret pemulangan nelayan-nelayan yang ditangkap," ucap Faizasyah.

Faizasyah menuturkan, masih ada masalah perbedaan persepsi antara batas laut Indonesia dan Australia merujuk pada peta. Terlepas waktu kejadian penembakan itu, tindakan menayangkan video tidak diperbolehkan.

"Kalau persisnya (waktu kejadian) saya tidak tahu. Tindakan itu seharusnya tidak dilakukan dewasa ini," katanya.
(nik/fay)


Berita Terkait