"Daftar caleg kan harus ada tanda tangan ketua dan sekjen. Jika gini terus, caleg-caleg mereka akan kosong," jelas pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli pada detikcom, Jumat (13/6/2008).
Bagi Lili, kejadian ini seharusnya dapat dijadikan momentum yang tepat sebagai rekonsiliasi antara Gus Dur dan Muhaimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang juga mengajar di UI ini menyarankan supaya kedua kubu mengedepankan keutuhan PKB. Jika ada kesempatan untuk konsolidasi, sebaiknya digunakan dengan baik.
Mengenai ajakan golput yang dikemukakan Gus Dur, dimaknai Lili sebagai hal yang biasa dalam demokrasi.
"Dalam demokrasi itu sah saja. Tapi pemerintah harus menjadikan bahan instropeksi," pungkasnya. (mok/nrl)











































