"Tekan menekan itu zaman Orde Baru. Pengadilan sekarang ini luar biasa mandirinya," kata Jubir Presiden Andi Mallarangeng kepada detikcom, Jumat (13/6/2008).
Menurut Andi, sudah tidak bisa lagi pemerintah menekan pengadilan, apalagi mempengaruhi pengambilan keputusan hakim. Kenyataannya, pemerintah juga sering kalah di pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi menyarankan Gus Dur untuk menghormati keputusan pengadilan. Tudingan Gus Dur yang mengatakan SBY menggunakan tangan Mensesneg Hatta Radjasa dan Seskab Sudi Silalahi untuk menekan hakim, dianggap tidak berdasar.
"Sama sekali tidak beralasan. Lebih baik menghormati putusan pengadilan," pungkas Andi. (fay/nrl)











































