"Penyiaran rekaman video yang memperlihatkan kapal nelayan Indonesia yang sedang terbakar agak curang karena rekaman video tersebut sebenarnya sudah berumur lebih dari sepuluh tahun," ujar Duta Besar Bill Farmer dalam rilis kepada detikcom, Jumat (13/6/2008).
Menurut Farmer, video ini justru tidak mencerminkan kerja sama yang sudah dibangun Indonesia dan Australia. Jumlah kapal nelayan Indonesia yang melintas batas sudah turun dari 365 kasus pada 2006, menjadi 121 kasus pada 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farmer menduga rekaman video dibuat pada 1996. Perahu nelayan yang tertangkap patroli Australia dan dianggap tidak laik melaut dihancurkan setelah semua nelayan pindah ke kapal patroli. Kapal dihancurkan dengan tembakan ke arah lambung. Sebuah metode yang sudah tidak dipergunakan lagi.
Farmer menegaskan sering terjadi kesalahpahaman dalam aktivitas nelayan Indonesia di perbatasan Australia. Namun dia menjamin pihaknya selalu berkomunikasi dengan nelayan di Indonesia timur.
"Kami bertekad bekerja sama dengan Indonesia untuk mencegah penangkapan ikan secara gelap," pungkasnya. (fay/nrl)











































