Namun, perkenalan dengan Artalyta itu diakui Untung hanya sebatas etika sosial. "Jadi yang namanya etika profesi sama sekali tidak dimanfaatkan," kata Untung di kantor Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Kamis (12/6/2008).
Untung mengatakan, percakapan ditelepon dengan Artalyta terjadi pada 2 Maret 2008. Saat itu, Untung sedang tidur sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu itu, kata Untung, Artalyta mengatakan, Urip ditangkap karena diduga menerima suap Rp 6 miliar. "Pikiran saya, dia bilang Rp 600 juta, ternyata Rp 6 miliar, makanya saya bilang Lailahailallah," ujarnya.
KPK memutar rekaman percakapan telepon antara Artalyta dan Untung pada 2 Maret. Percakapan itu terjadi beberapa jam setelah Jaksa Urip Tri Gunawan tertangkap KPK.
Dalam percakapan itu, Artalyta yang menjadi perantara Sjamsul Nursalim dan Djoko Tjandra itu bingung untuk menyelamatkan diri dan 'bos kita semua'. Akhirnya, Untung menyebutkan skenario, Ayin akan ditangkap oleh Kejagung. (ken/asy)











































