Pembongkaran alat itu terkait dengan penelitian bahan bakar berbasis air yang disebut Banyugeni. Namun alat pembangkit mirip trafo itu belum diketahui apakah milik Purwanto dan Joko Suprapto Cs yang pernah ditawarkan kepada UGM. Namun oleh tim Pusat Studi Energi (PSE) UGM, trafo itu disebut Pembangkit Listrik Tenaga Jin (PLTJ).
Pembongkaran alat itu dilakukan di kampus UMY, Jalan Lingkar Barat, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Pembongkaran yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB dilakukan secara tertutup oleh tim peneliti, sehingga para wartawan belum boleh melihatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, tim yang beranggotakan lebih dari 6 orang dosen dan peneliti itu akan membongkar alat yang dinamakan pembangkit listrik. Alat itu berbentuk kotak hitam dari besi yang di semua bagian ujung kotak diklem rapat. Kotak berukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm tersebut dicor dengan beton dan ditempatkan di salah satu ruangan di lingkungan kampus terpadu UMY.
Tim peneliti akan bekerja secara cermat sehingga hasilnya juga sahih dan bisa dipertanggungjawabkan. Mereka membongkar detil alat itu untuk menentukan kebenaran alat itu benar-benar pembangkit listrik atau bukan.
"Hasilnya nanti tunggu saja setelah semua proses pembongkaran dan penelitian selesai dan setelah kami laporkan kepada pimpinan," kata Sarjiyo.
Menurut dia, tim bekerja bersama peneliti dari UMY dan sudah mendapat izin pihak kampus maupun yayasan. Pihak UMY dan yayasan menginginkan penelitian mengenai segala hal yang berkaitan dengan Banyugeni dan alat pembangkit untuk diteliti ulang.
"Kita hanya meneliti saja, namun kita tidak mengetahui asal muasal barang itu yang sudah ada di kampus ini beberapa bulan lalu," kata dia.
Berdasarkan penelusuran detikcom, pembongkaran alat pembangkit itu dilakukan setelah UMY meluncurkan proyek Banyugeni. Namun dalam perjalanannya, terjadi pro-kontra dan sejumlah kalangan mempersoalkannya karena mirip dengan proyek Blue Energy.
Pihak kampus melalui Kepala Divisi Humas UMY, Twediana B Hapsari MSi beberapa waktu lalu mengatakan penelitian Banyugeni dihentikan untuk sementara waktu. Selanjutnya senat akademi akan mengkaji ulang dan menentukan penelitian dapat terus berjalan atau sebaliknya. (bgs/asy)










































