"Aparat kepolisian tidak tegas! Saya melihat Kapolri tidak sama saat baru-baru dilantik. Sekarang terkesan easy going. Polisi tidak tegas!" cetus Panda Nababan dari FPDIP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2008).
Syahrin Hamid dari FPAN menyatakan, polisi terkesan membiarkan aparat terhadap kekerasan. Padahal polisi sudah tahu bahwa akan terjadi aksi itu. "Itu di media saya baca, Saleh Saaf itu sudah tahu lebih dulu, ada tanda-tanda akan terjadi bentrok," beber Syahrin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal tindakan represif aparat terhadap aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM, Kapolri juga kena getahnya. Anggota Komisi III dari FPG Nannie Hardianty mempertanyakan adanya rolling aparat yang berjaga. "Karena kalau tidak ada rolling, potensi untuk terjadinya tindak kekerasan itu besar," kata Nannie.
Mendengar ketusan pertanyaan beberapa wakil rakyat, Kapolri mengaku telah berusaha mencegah. Penjagaan di titik tertentu juga dilakukan dengan menerjunkan 14 ribu personel.
"AKKBB sudah kita peringatkan agar tidak ke Monas. Tapi ternyata mereka tidak komitmen. Mereka tetap masuk di Monas, mereka sendiri yang cari masalah," imbuh Kapolri.
(nik/ana)










































