Insiden itu terjadi di Jalan Majapahit Semarang, Kamis (12/6/2008) dini hari. Setelah dihajar, keduanya dikeler ke polisi dan panwas demi proses hukum lebih lanjut.
Arif menceritakan, sekitar pukul 22.00 WIB, dia diajak kakak iparnya, Kuncoro, memasang stiker yang bertuliskan "Tolak BBM, Tolak Bibit". Di bagian bawah, stiker itu bertuliskan "Belum jadi gubernur sudah bikin susah rakyat Jawa Tengah".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arif mengaku mendapat upah Rp 150 ribu. "Kami dapat Rp 50 ribu dulu sebagai DP. Tapi kami terlanjur ditangkap," kata dia di kantor Panwas Semarang, Jl Ki Mangun Sarkoro.
Akibat keroyokan massa yang menangkapnya (kader PDIP), Arif dan Kuncoro luka pada bagian tangan, wajah, dan sekujur tubuhnya. Kuncoro lebam di bagian sekitar mata.
Bibit Waluyo adalah cagub PDIP. Ia berpasangan dengan Bupati Kebumen Rustriningsih. Kampanye dilakukan mulai 5-19 Juni dan pencoblosan digelar 22 Juni mendatang. (try/asy)










































