Jamintel Tak Kenal Artalyta, Sangkal Ada Skenario Penangkapan

Jamintel Tak Kenal Artalyta, Sangkal Ada Skenario Penangkapan

- detikNews
Kamis, 12 Jun 2008 11:00 WIB
Jakarta - Nama Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Wisnu Subroto disebut-sebut dalam percakapan telepon terdakwa kasus suap Rp 6 miliar Artalyta Suryani. Wisnu membantah ada skenario penyelamatan Artalyta oleh Kejagung dengan menangkapnya. Wisnu bahkan tidak mengenal Artalyta.

Nama Wisnu disebut dalam percakapan Artalyta dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan TUN (Jamdatun) Untung Udji Santoso saat akan meminta bantuan Untung untuk menghubungi Antasari Azhar (mantan pejabat Kejagung dan sekarang ketua KPK). Namun Wisnu menegaskan dirinya tidak ada hubungan dengan kasus tersebut.

Berikut wawancara Wisnu dengan wartawan sebelum rapat kerja dengan Komisi VIII DPR seputar SKB tentang Ahmadiyah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/6/2008).

Pak katanya ada setting dalam penangkapan Artalyta?


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak adalah setting-an itu. Kalau orang nyebut nama siapa pun bisa. Saya tidak pernah berhubungan dengan siapa pun.

Tetapi Kejaksaan waktu itu katanya mau datang nangkap Artalyta?


Nggak juga. Gini loh ceritanya, waktu itu kan ramai lalu ditangkap. Lalu apa kasusnya, kasusnya disogok. Oleh siapa? Terus kenapa yang nyogok nggak ditangkap, itu saja. Setelah ditangkap ya sudah. Kita biarkan saja diproses. Jadi nggak ada setting-an itu. Jadi itu kok jelek sekali cara berfikirnya. Kalau tidak kan, kita larikan saja, ya sudah. Jadi sini mau nyalahin siapa.

Untung sudah koordinasi dengan Bapak?


Nggak jugalah wong telepon saya mati kok. Untung kan juga kaget waktu ditelepon. Ini kan mendadak sekali dan tidak ada skenario. Jadi intinya kalau memang jaksa ditangkap, sedang yang nyogok nggak itu yang kita tidak terima. Itu saja sebetulnya.

Bapak kenal Artalyta?


Nggak. Kenal Urip saja nggak kok.

Pak, kata Djoko Candra, Bapak ada koordinasi dulu?


Ya embuh.

Sama Pak Kemas ada koordinasi juga?


Saya tidak ada hubungan dengan kasus ini sama sekali. Apalagi berhubungan dengan Artalyta. Jadi di sini skenario tidak ada. Intel tidak bisa tangkap orang kecuali ada perintah. Jadi ini bukan koordinasi, hanya pelaporan seperti biasa.

Soal Joker tahu nggak?


Ya nggak tahu.

Kata Pak Kemas itu Djoko Candra?


Itu kan Kemas, saya nggak tahu. (aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini