"Hari keempat, kedua aktivis terlihat lemas, tidur-tiduran. Keduanya mengalami keluhan pada perut dan lambung," ujar juru bicara Forum Kota, Nando Sidabutar kepada wartawan di posko aksi mogok makan dan jahit mulut, depan kampus UKI, Salemba, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
Menurut Nando, rencananya kedua aktivis ini akan menjalani cek medis yang akan dilakukan oleh tim dokter dari Rumah Sakit UKI, Kamis (12/6/2008) besok. "Hari ini belum ada rencana untuk melakukan medical check up. Tapi besok akan dilakukan," ujar Nando.
Aksi mogok makan dan jahit mulut ini dilakukan sejak hari Minggu (8/6/2008) lalu. Kedua aktivis Forkot ini berasal dari Sekolah Tinggi Filsafat dan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia.
Aksi tersebut akan dilakukan sampai tuntutan pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM. Bahkan Forkot telah menyiapkan peti mati untuk kedua aktivis mahasiswa ini. (zal/fay)











































