"Pemerintah kita selama ini tidak memiliki perhatian. Pemerintah baru akan kebakaran jenggot setelah wilayah kita dicaplok oleh negara lain," kata Sri Yanuarti, pengamat pertahanan dan politik asal LIPI, saat dihubungi detikcom, Rabu (11/6/2008).
Sri mengatakan, pembangunan helipad itu menganggu hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia. Indonesia harus menyampaikan protes atau keberatan kepada Malaysia. "Protes bisa disampaikan melalui antar departemen, misalnya Departemen Luar Negeri," tutur Sri.
Sri menjelaskan pemerintan RI juga harus meminta penjelasan tujuan dibangunnya helipad tersebut. "Jangan nanti ini menimbulkan problem baru perbatasan yang lebih serius," kata Sri.
Dia juga meminta kepada rakyat Indonesia jangan bertindak irasional. Penyelesaiannya tidak perlu melontarkan ide jihad untuk melawan Malaysia. "Pemerintah harus kerja keras melawan melalui saluran yang ada. Jangan biarkan rakyat mengobarkan semangat yang irasional," tuturnya.
(mar/nrl)











































