"Saya ingin jadi guru bangsa di provinsi itu, karena saya pada dasarnya adalah seorang guru," ungkap Inu ditemui di Hotel Marcopolo, Jl Cik Di Tiro, Menteng, Jakarta, Rabu (11/6/2008).
Menurut Inu yang dimutasi dari dosen IPDN menjadi pegawai Depdagri itu, ambisinya menjadi Gubernur Riau merupakan bagian dari profesinya sebagai pengajar filsafat pemerintahan.
"Saya ditanya mengapa tinggalin dunia pendidikan? (Jawabannya), puncak keilmuan itu filsafat, sedangkan filsafat itu puncaknya Alquran. Sebaiknya negarawan itu seorang filosof dan filosof itu negarawan. Saya mengajar di IPDN dosen filsafat pemerintahan," jelas Inu.
Inu pun mulai mengutip sejumlah ayat-ayat Alquran dan hadis Nabi Muhammad. Inu yang mengenakan kemeja biru itu pun beberapa kali bersiul menunjukkan kepercayaan dirinya maju sebagai orang nomor 1 di provinsi kaya minyak itu.
Apa strategi Inu supaya menang dalam Pilkada? Tunggu berita selanjutnya. (aba/nrl)











































