Helipad Malaysia Diduga Terkait Pencurian Kayu di Kalbar

7 Meter dari Perbatasan

Helipad Malaysia Diduga Terkait Pencurian Kayu di Kalbar

- detikNews
Rabu, 11 Jun 2008 10:35 WIB
Jakarta - Keberadaan helipad Malaysia yang berada 7 meter dari perbatasan dengan Indonesia tak hanya melanggar perjanjian Sosek Malindo. Namun diduga kuat helipad itu terkait dengan aktivitas pencurian kayu dari Kalimantan Barat dengan menggunakan helikopter.

"Informasi yang kita terima 3 tahun belakangan ada aktivitas illegal logging yang menggunakan helikopter. Diduga kuat kayu itu diambil dari Taman Nasional Betung Kerihun di Kalbar," kata Yuyun Kurniawan, Deputi Direktur Yayasan Titian (LSM di Kalbar), saat dihubungi detikcom, Rabu (11/6/2008).

Yuyun mengatakan, aktivitas pencurian kayu dengan menggunakan helikopter ini disebut dengan "Tebang Bilon" oleh masyarakat setempat. Kayu ditebang dari wilayah RI kemudian diangkut memakai helikopeter untuk dipindahkan ke wilayah Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru setelah berada di wilayah Malaysia diangkat dengan menggunakan truk," ujar Yuyun, yang juga aktivis Lembaga Pengkajian Studi Arus Informasi Regional (LPS-AIR) Kalimantan Barat ini.

Yuyun mengatakan, dari hasil pengecekan di lapangan memang ada jalan rintisan yang masuk ke wilayah Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK).

Rimbawan asal Kalbar ini mengaku, dia bersama timnya juga telah mengecek di lokasi. Saat itu memang ditemukan ada helipad. "Namun saat itu memang tidak ada aktivitas di helipad," ujarnya.

Yuyun mengakui, untuk membuktikan aktivitas ini memang sulit. Sebab saat dipantau ke lapangan hampir tak ada aktivitas. Namun berdasarkan pengakuan penduduk setempat, mereka sering melihat helikopter mondar-mandir di wilayah perbatasan dengan membawa kayu.

Kesulitan ini juga karena jalan menuju ke lokasi sangat sulit. Perlu waktu 15 hari perjalanan dari Putusibau, salah satu kota di Kalimantan Barat yang berada di perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia. "Dari Putusibau perlu 15 hari ke lokasi. Itu dilakukan dengan naik perahu dan berjalan kaki," ungkap Yuyun.

Kepala Perwakilan World Wide Fund for Nature (WWF) Kalimantan Barat, Hermayani Putera, mengatakan, keberadaan helipad di wilayah Malaysia tersebut patut mendapatkan perhatian lebih. Sebab hal ini terkait dengan pencurian kayu di Kalbar.

Hasil investigasi WWF belum lama ini, banyak sekali peralatan berat milik Malaysia yang patut diduga sudah masuk ke wilayah Indonesia.

Mau berdiskusi seputar kasus pelanggaran perbatasan ini? Gabung di sini.

(mar/nrl)



Berita Terkait