Hadapi Liburan Sekolah, Garuda Tambah 69 Ribu Kursi

Hadapi Liburan Sekolah, Garuda Tambah 69 Ribu Kursi

- detikNews
Selasa, 10 Jun 2008 18:11 WIB
Jakarta - Musim liburan sekolah sebentar lagi tiba. Untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah penumpang, maskapai Garuda Indonesia menambah jumlah kursi hingga 69 ribu.

"Garuda mulai 20 Juni–19 Juli 2008 akan menambah kapasitas sebanyak 69.244 kursi ke 11 kota tujuan," ujar Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia Pujobroto dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa(10/6/2008).

Pujobroto merinci, 11 kota tujuan tersebut yaitu Ampenan (880 kursi), Denpasar (7.370 kursi), Balikpapan (2.198 kursi), Yogyakarta (8.040 kursi), Medan (13.400 kursi), Pelangkaraya (6.600 kursi), Semarang (11.692 kursi), Surabaya (1.072 kursi), Makassar (312 kursi), Banjarmasin (13.400 kursi) dan Jeddah (4.280 kursi).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedangkan penerbangan ke kota-kota tujuan lainnya diprediksikan lonjakan penumpang yang terjadi masih mampu dilayani oleh penerbangan reguler Garuda, sehingga sementara ini belum membutuhkan tambahan kursi," imbuhnya.

Pujobroto menjelaskan, penambahan kapasitas itu dilakukan melalui 2 cara, yakni mengoperasikan jenis armada yang lebih besar dan meningkatkan frekuensi penerbangan.

"Sebagaimana tahun sebelumnya, selain di beberapa kota tujuan domestik, lonjakan permintaan diperkirakan bakal terjadi pada penerbangan ke Jeddah, karena liburan sekolah seperti ini dimanfaatkan para keluarga untuk melaksanakan ibadah umroh," kata dia.

Untuk kelancaran penerbangan, lanjutnya, Garuda membentuk Tim Pelaksana & Pemantau Pelayanan Penumpang (TP-4). Anggota tim berasal dari berbagai unit perusahaan. Garuda juga menerapkan kebijakan operasional yang disebut flexible response.

"Ini untuk merespon perkembangan yang terjadi secara fleksible, dimana penambahan kapasitas kursi tersebut akan terus diikuti perkembangannya berdasarkan kondisi yang terjadi dan diputuskan sesegera mungkin secara 'on the spot'" jelasnya.

Pujobroto mengimbau calon penumpang agar merencanakan perjalanan sedini mungkin dan tidak melakukan perubahan jadwal keberangkatan atau kepulangan. Selain itu, penumpang diharapkan memerhatikan ketentuan pemesanan kursi.

"Nama yang tercantum dalam tiket harus sesuai dengan nama penumpang yang hendak terbang, karena petugas secara acak akan mencocokkan tiket dengan kartu identitas penumpang," pungkasnya. (irw/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads