"Kita sudah terjunkan anggota ke lapangan untuk selidiki kasus penempelan stiker tersebut," kata Kapolres Sukabumi AKBP Guntor Gaffar di Balai Desa Parakansalak, Selasa (10/6/2008).
Menurut Guntor, pihaknya sudah meminta keterangan dari 6 orang warga. Namun keenam warga tersebut mengaku tidak tahu menahu soal penempelan stiker tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Picu Konflik
Ketua DPC Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Kabupaten Sukabumi, Asep Sarifudin, meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Dia khawatir penempelan stiker tersebut membuat warga Ahmadiyah semakin terkucilkan.
"Penempelan stiker itu bisa memicu konflik. Warga kami yang masih trauma dengan pembakaran masjid akan semakin ketakutan," ungkap Asep. (djo/nrl)










































