Pihak kepolisian menyerahkan Kato ke kejaksaan untuk diinterogasi. Dengan mengenakan t-shirt, pemuda berusia 25 tahun itu diangkut dengan kendaraan van meninggalkan kantor polisi menuju kantor kejaksaan. Kato terlihat menundukkan kepalanya. Lusinan kamera wartawan mengabadikan momen tersebut.
Para penuntut Jepang kemungkinan akan menjatuhkan dakwaan pembunuhan pada Kato. Jika terbukti bersalah, Kato bisa dihukum mati. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di lokasi, Kato menepikan kendaraannya dan langsung melompat turun. Sambil berteriak-teriak, Kato menebaskan pisau yang dibawanya secara membabi-buta. Akibatnya, 17 orang berlumuran darah terkena serangan pisaunya. Tujuh di antaranya meninggal. Ini merupakan aksi kejahatan paling mematikan di Jepang dalam 7 tahun terakhir.
Menurut penduduk lokal di Aomori, kota tempat Kato tumbuh, pemuda itu dikenal sebagai pelajar teladan semasa SD dan SMP. Kato kemudian masuk ke sebuah SMA elit. Namun sejak itulah dia tumbuh menjadi sangat pendiam dan nilai-nilai pelajaran yang diraihnya kurang bagus. Sampai akhirnya dia bekerja di sebuah pabrik komponen auto. (ita/nrl)










































