Peristiwa ini terjadi di New York, AS seperti dilansir harian News.com.au, Selasa (10/6/2008).
Korban bernama Sloan Carafello itu saat itu sedang menjadi pengamat di pesawat terjun payung ketika dia mendadak lompat dari pesawat. Pria AS itu loncat setelah 3 penerjun payung lebih dulu melompat dari ketinggian 3 ribu meter di New York.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian meyakini, Carafello telah melakukan bunuh diri. "Kemungkinannya bisa satu dari dua hal: kecelakaan atau bunuh diri, dan kami mengesampingkan kecelakaan," kata juru bicara kepolisian Mario DiCristofaro.
Beberapa hari sebelum kematiannya, Carafello kerap menanyakan hal aneh kepada rekan-rekannya sesama pegawai supermarket. "Jika kalian harus mati, kalian lebih memilih loncat dari gedung atau loncat dari pesawat tanpa parasut?" kata Dave Bilili, seorang rekan Carafello.
Menurut pilot pesawat Bob Rawlins, yang juga pemilik perusahaan terjun payung itu, Carafello meminta untuk dibolehkan naik pesawat terjun payung. Alasannya, dia ingin mengambil gambar untuk proyek sekolah. Namun ternyata, dia ingin bunuh diri.
(ita/nrl)










































