"Itu obat gelap, semacam ekstasi. Yang beli langsung dari pengedarnya," ujar ujar Kepala Pusat Terapi dan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Dr Sudirman kepada detikcom, Selasa (10/6/2008).
Menurut Sudirman, Happy Five bukan barang baru. Psikotropika jenis minor tranquilizer itu sengaja namanya disembunyikan oleh pihak tertentu untuk menghindari jejak agar masyarakat tidak tahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima siswa TK Sekar Bangsa, Pondok Labu, Jakarta Selatan, sempoyongan setelah memakan barang mirip permen coklat. Mereka menabrak-nabrak jendela dan tembol kelas. Setelah diteliti, barang yang mereka makan ternyata Happy Five. Mereka pun dirawat di RS Fatmawati.
(nik/nrl)











































