Lalu bagaimana ceritanya siswa TK membawa barang haram itu? Kapolsek Cilandak Kompol Makmur Simbolon mengatakan barang haram itu dibagikan oleh salah seorang korban, Rida Wahyu, ke teman-temannya.
"Ibunya yang membekali Rida coklat itu," kata Makmur kepada detikcom, Selasa (10/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikiranya permen. Bentuknya (kemasannya) seperti strip obat," ungkapnya.
Sri mendapatkan barang yang dikiranya snack coklat dari sang suami. Tidak diserahkan atau dititipkan langsung, tapi Sri mengambilnya dari tas sang suami.
"Istrinya nggak tahu kalau itu obat. Diambil dari tas terus ditaruhlah sama dia di kulkas," tutur Makmur. Pagi harinya, coklat itu diberikan pada anaknya untuk bekal di sekolah.
Tiba di sekolah, Rida Wahyu layaknya anak kecil lainnya, dengan riang membagi-bagikan bekalnya itu pada 4 temannya. Tak beberapa lama, kelima bocah itu teler. Mereka sempoyongan. Berjalan menabrak tembok dan pintu. Sekolah pun geger.
Akibat 'kelalaian' ini, 5 bocah harus masuk RS. Bahkan salah satunya pingsan dan masih dirawat sampai pagi hari ini karena menelan 5 butir coklat narkoba itu.
Polisi masih terus memintai keterangan dari Sri. Sementara suaminya yang berprofesi sebagai sopir truk kontainer belum diketahui rimbanya dan saat ini sudah berstatus buronan. Namun pria itu diyakini masih berada di Jakarta. (gah/nrl)










































