"Kita sering terlena dalam artian demokrasi seakan oposisi melulu," kata Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla.
Kalla menyampaikannya dalam acara pengkaderan fungsional mahasiswa Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta, Senin (9/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita 5 tahun tidak berbicara. Jadi kita ingin menjalankan demokrasi dengan mental berbeda," imbuh dia.
Dalam berdemokrasi, lanjut Kalla, hendaknya kita tidak mempunyai kemarahan abadi, melainkan lapang dada. Kita ingin membangun demokrasi yang tidak merusak bangsanya.
"Kita tidak bisa mempunyai dendam kesumat dalam demokrasi, tidak ada kemarahan abadi. Kita lihat apanya yang harus dipermasalahkan," tandas dia. (mly/gah)











































