Pantauan detikcom, kejadian tersebut terjadi Senin (9/6/2008) sekitar pukul 21.55 WIB. Kereta yang berjalan melintas di Stasiun Rawabuntu tiba-tiba terhenti.
Usut punya usut, rupanya box relay yang berada di gerbong kereta kedua dari belakang tersangkut peron. Kereta jadi macet.
detikcom yang kebetulan berada di kereta tersebut mencari tahu penyebab 'kecelakaan' ini. Menurut Kahumas Daops I Akhmad Sujadi, masalah ini terjadi karena rangkaian kereta posisinya berbeda.
"Biasanya ini putar rangkaian. Yang sebelah kanan seharusnya ada di kiri," jelasnya.
Berbagai usaha dilakukan supaya rangkaian kereta bisa berjalan lagi. Usaha dengan mengumpulkan penumpang di sisi kiri supaya kereta oleng tidak membuahkan hasil.
Melaju mundur juga tidak bisa. Malah bisa bahaya.
"Kalau dipaksakan bisa bahaya, nanti rusak. Bisa menimbulkan percikan api," kata Pengawas Seksi Angkutan Penumpang Divisi se-Jabodetabuek Sudi Haryono.
Sudi mengatakan akan memotong peron yang menjorok 20 cm lebih panjang. Diperkirakan pemotongan tidak memakan waktu lama.
Pukul 22.50 WIB penumpang melanjutkan perjalanan dengan KRL Ciujung menuju Serpong sementara KRL Malam masih terjebak. Pukul 23.15 WIB Kahumas Daops I Akhmad Sujadi memberitahukan kereta sudah bisa lepas dari Stasiun Rawabuntu.
"Tadi jam 23.15 WIB sudah menggunakan alat seperti shock breaker yang isinya dari angin. Terus gerbongnya dimiringin sebelah. Sebentar, terus dibaliki lagi. Lalu kereta dibawa ke Depok untuk dilakukan pemeriksaan," jelasnya. (gah/gah)











































