Pantauan detikcom, Senin (9/6/2008) malam, suasana masjid yang berada di Jalan Erlangga Raya itu tampak seperti biasa. Sejumlah penganut dan beberapa warga mengadakan salat bersama.
Mubalig Wilayah Jateng dan Pantura, Muhammad Ahmad, tak berada di tempat. Menurut istrinya, Hamidah, Ahmad tengah berkunjung ke daerah-daerah. "Hanya kegiatan rutin kok," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan yang tinggal di masjid tempat Ahmadiyah berkantor itu yakin SKB tiga menteri tidak akan mempengaruhi keyakinan warga Ahmadiyah. Mereka masih tetap beraktivitas sebagaimana biasa.
"Pemerintah seharusnya tidak mencampuri urusan keyakinan," ujarnya singkat.
Ahmadiyah Semarang berdiri sekitar 1967 lalu. Sejauh ini, anggotanya mencapai 200-an orang. Dan selama ini, keberadaan mereka tak dikeluhkan warga sekitar. "Bahkan masjid ini sering digunakan warga sekitar untuk beribadah bersama-sama," ungkapnya.
(try/asy)











































