Muballigh Ahmadiyah Wilayah Sumatera Utara Bagian Barat, Ibnu Muhyiddin Siregar menyatakan, keluarnya SKB tersebut tidak mempengaruhi mereka. Sekitar 4.000 jamaah yang ada di Sumut tidak akan berhenti beribadah sesuai dengan ajaran Ahmadiyah.
"Beribadah itu merupakan perintah dalam Islam. Kita sangat kecewa dengan pemerintah yang telah bersikap tidak adil dengan mengeluarkan SKB itu," kata Ibnu Muhyiddin kepada detikcom di Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kami tetap salat, masak dilarang. Kalau kami baca Al Quran, masak dilarang. Mungkin yang dimaksud dilarang berkegiatan itu yakni kegiatan kami menyebarkan aqidah kepada orang lain. Mungkin, masih mungkin ya, mungkin itu yang dimaksudkan SKB tersebut," ujar Ibnu Muhyiddin.
Karena tidak jelasnya SKB tersebut, maka Ahmadiyah tetap melaksanakan ibadah seperti biasa. Hingga Senin malam, mereka tetap melaksanakan salat berjamaah di Masjid Mubarak di Jl. Pasar III, Medan yang juga merupakan sekretariat Ahmadiyah Sumatera Utara Bagian Barat. Sementara beberapa polisi berpakaian sipil maupun dinas, terlihat berjaga-jaga di sekitar masjid.
(rul/asy)











































