Plafon rumah Titi Sumitro, warga Kompleks Tugu Permai Blok B6 No 15, Koja, Jakarta Utara, bolong. Rupanya, plafon rumah wanita berusia 56 tahun itu tidak kuat menanggung berat si sanca.
Ketika baru jatuh dari plafon, sanca berwarna dominan abu-abu, bertotol kuning dan hitam tidak langsung diam. Dia bergerak mencari jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikirain kucing, ternyata ular yang berada di plafon. Lalu tetangga berkumpul untuk menangkap ular," cerita salah seorang tetangga Titi, Annisa, kepada detikcom, Senin (9/6/2008).
Saat hendak ditangkap, si sanca tidak tinggal diam. Dia memberontak. Leher salah satu orang yang mencoba menangkapnya menjadi korban lilitannya.
Setelah berhasil dilepaskan dari leher orang tersebut, sanca kemudian dimasukkan ke karung. Ular sanca itu sempat berontak serta berdiri dengan mulut terbuka lebar.
"Waktu pas jatuh, ular kelihatan habis makan tikus. Badan tikus dikeluarin lagi dan dalam dengan keadaan gepeng," beber Annisa.
Menurut Annisa, Titi belum tahu ular sanca akan dijual atau dipelihara.
"Tadi sih Bu Titi bilang nggak tahu mau dikemanain. Mau dipelihara juga belum tahu," katanya.
(nik/ana)











































