Mobil kijang bernopol BL 8075 AB, yang parkir di depan kantor WH Kota Banda Aceh, Jl Lampenerus, Kecamatan Darul Imara, subuh itu tiba-tiba dilempari dua bom molotov.
Seorang saksi mata mengatakan, pelaku pelempar bom molotov menggunakan sepeda motor RX King dan langsung tancap gas ke arah simpang Lambaro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas WH Kota Banda Aceh Nasir Ilyas yang dihubungi detikcom mengatakan, aksi pelemparan bom molotov tersebut merupakan sebuah teror dari orang-orang yang tidak suka dengan aktivitas WH. "Kita sebelumnya sudah sering mendapat ancaman dari SMS maupun telepon dari orang tidak dikenal," jelas Ilyas.
Meski ia tidak mau menduga siapa pelaku aksi teror itu, kata Ilyas, besar kemungkinan kejadian ini terkait operasi anggota WH dalam menegakan syariat di Banda Aceh. "Dari barang bukti yang ada berupa botol miras bermerek Whisky. Tapi kita tidak mau menuduh. Sebab bisa saja pelaku hanya kebetulan saja menggunakan botol miras," ujarnya.
Sekalipun tidak memakan korban, Ilyas merasa khawatir kalau tindakan yang lebih nekat bisa saja terjadi. Apalagi sebelumnya lembaga tersebut sering mendapat ancaman bunuh dari seseorang. Bukan itu saja, peristiwa ini juga dikhawatirkan akan menyebar ke wilayah-wilayah lain di Aceh.
"Orang-orang yang tidak senang dengan keberadaan polisi syariah bisa saja melakukan tindakan serupa di wilayah lain di Aceh," katanya.
Saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polresta Banda Aceh. Sejumlah
barang bukti sudah diamankan petugas. (ddg/iy)











































