Itulah kesan Sugiyo (55), seorang petugas Kamdal Kejagung saat menjadi saksi kasus penyuapan Jaksa Urip Tri Gunawan, dengan terdakwa Artalyta Suryani di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (9/6/2008).
Pengacara Artalyta, OC Kaligis meragukan jika Sugiyo mampu mengidentifikasi yang mana Artalyta dari sekian banyak perempuan yang datang ke Gedung Bundar.
"Memangnya dalam satu hari ada berapa perempuan yang saudara lihat datang ke Gedung Bundar? Apa nggak ada orang secantik Ibu Suryani sehingga menarik perhatian saudara?" cecar Kaligis.
"Wanginya, Pak!" ujar Sugiyo dengan spontan.
Pengunjung sidang pun gerr termasuk para hakim. Artalyta yang berbaju coklat motif bunga, tampak tersipu malu, mulutnya ditutupi dengan tangan kanan. Kaligis sempat kehilangan kata-kata. Sementara, ketua majelis hakim Mansyurdin Chaniago, juga mempertanyakan bagaimana Sugiyo mengenal Artalyta.
Sugiyo mengaku mengenal Artalyta karena disuruh mengantar undangan pernikahan dari Sekretaris Jamdatun Suhartoyo. Sugiyo diminta mengantarkan langsung undangan pernikahan itu ke rumah Artalyta di Simprug, Jakarta Selatan.
Sugiyo melihat Artalyta datang 3 kali pada Januari-Februari 2008. Sugiyo melihat pengawal Artalyta berdiri di balkon lantai 3 Gedung Bundar yang merupakan kantor Kasubdit Tipikor Sriyono dan Kasubdit Tindak Pidana Ekonomi Urip Tri Gunawan.
"Kok bisa Ibu Artalyta menarik perhatian saudara? Apa karena dia cantik? Karena dia perempuan?" tanya Mansyurdin.
"Tidak ada apa-apa, Pak," kata Sugiyo dengan wajah tersipu.
Persidangan akan kembali dilanjutkan pada Rabu 16 Juni 2008. Agendanya masih mendengarkan keterangan saksi. (fay/asy)











































