Dari 10 fraksi di komisi itu, hanya 7 fraksi yang datang. Jumlahnya 23 orang dari jumlah total 52 orang.
"Karena tidak memenuhi kuorum, kami menskors sidang selama 10 menit," ujar ketua sidang EE Mangindaan dalam raker di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak biasa-biasanya kenapa orang Golkar satu pun tidak ada yang datang. Apakah ada rapat atau acara lainnya, kami minta ketua untuk mengecek," ujar Mahfudz.
Tanggapan itu ditanggapi oleh fraksi lain. "Ah Pak Mahfudz ini ada-ada saja. Masa nggak tahu, FPAN saja datang kok," ujar anggota FKB Syaifullah Maksum.
Sebelumnya dalam catatan daftar hadir, 3 dari 11 anggota FPG telah menandatangani daftar hadir yaitu Made Suwenda, Abdul Nur Hamin, dan Mustopo Weni. Namun saat dicek yang bersangkutan tidak berada dalam rapat.
Seorang anggota yang tidak mau disebut namanya menyatakan tiga orang itu meneken daftar hadir karena belum berkoordinasi sehingga tidak tahu kalau fraksinya memboikot raker.
"Mungkin nggak tahu kalau Golkar lagi boikot, jadi datang. Setelah ditelepon, suruh keluar lagi," kata anggota itu.
Akhirnya rapat dimulai juga setelah ketua sidang mengontak pimpinan FPG.
"Saya sudah kontak dengan pimpinan dari fraksi yang bersangkutan. Katanya silakan lanjutkan saja," ujar Mangindaan.
Rapat lalu dimulai karena 8 fraksi telah hadir. Agenda rapat yakni pandangan fraksi-fraksi dan DPD terhadap RUU tentang Penetapan Perpu No 1/2008 dan tanggapan pemerintah terhadap fraksi dan DPD.
Sebelumnya FPG mengancam untuk tidak akan pernah menghadiri rapat-rapat Komisi II dengan Mendagri sebelum Mendagri menjelaskan secara rinci keputusannya untuk memenangkan pasangan Taib Armayn - Abdulgani Kasuba sebagai gubernur terpilih pilkada Maluku Utara. (nik/nrl)










































