"Kami biasa makan di halaman yang depan. Tak tahu kalau di dalamnya ada mayat," ujar Ari, wakil direktur kantor tersebut, kepada wartawan di kantornya, Senin (9/6/2008) pukul 10.10 WIB.
Namun Ari yang mengontrak rumah tersebut untuk dijadikan kantor sejak Oktober 2007 lalu belum berencana untuk pindah. Meski demikian ia mengaku tidak enak pada kliennya karena banyak menanyakan perihal police line yang terpasang di rumah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susan tewas dianiaya suaminya sendiri pada Maret 2007. Mayatnya ditanam di halaman depan bagian pojok rumahnya di Blok B yang dikontrakkan pada pengusaha jasa kontruksi. Mayat Susan digali pada Minggu 8 Juni kemarin.
Kejahatan ini terbongkar karena salah satu pelaku, Paiman, dihantui rasa bersalah. Dia pun curhat pada temannya. Temannya lalu lapor polisi.
Tersangka kejahatan ini adalah Paiman dan suami korban, Hermanto. Motifnya, ingin menguasai harta perempuan Taiwan yang dikenal sebagai pengusaha kaya itu.
Sementara itu di rumah yang biasa dihuni Susan dan Hermanto yang terletak sekitar 500 meter dari TKP, tepatnya di Blok A, terlihat lengang. Tidak ada satpam di rumah tiga lantai yang mewah tersebut.
(rdf/nrl)











































