Berdalih memprotes kenaikan harga BBM, mahasiswa memasang pagar besi dan batu di jalan yang membentang di depan kampus mereka. Lantas sebagian dari mereka asyik tidur-tiduran. Sebagian yang lain membakar sampah, ban dan ranting-ranting di tengah jalan. Aksi ini kontan membuat lalu lintas Jakarta menjadi kacau balau.
Jalan Mayjen Sutoyo adalah titik lalu lintas penting di Jakarta Timur. Kawasan ini sangat padat lalu lintas. Bus-bus antarkota dan dalam kota bertemu di sini. Tanpa ada demo pun kawasan ini dikenal sebagai daerah macet. Maka adanya blokade jalan membuat kemacetan benar-benar menggila.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kekacauan Jakarta hari itu rupanya belum berakhir. Ketika malam tiba, mahasiswa UKI kembali membuat gara-gara. Kali ini giliran mahasiswa UKI di kampus Jalan Diponegoro yang berulah. Mereka bukan memprotes kenaikan harga BBM, tapi terlibat tawuran dengan mahasiswa YAI.Β Aksi ini lagi-lagi membuat lalu lintas berantakan.
Maka seharian itu, ulah mahasiswa benar-benar telah membuat repot masyarakat. Tidak pelak, banyak warga yang kemudian mengecam para mahasiswa. Pada hari itu detikcom pun banjir komentar yang berisi kecaman terhadap mahasiswa. Warga umumnya menyebut aksi mahasiswa tersebut sebagai aksi yang bodoh.
"Aksi mahasiswa saat ini tidak bermutu," kecam Nina, seorang warga yang terjebak macet berjam-jam akibat pemblokiran yang dilakukan mahasiswa UKI. Menurut Nina, mahasiswa seharusnya berpikir panjang dulu sebelum melakukan aksi. Jangan sampai aksi yang awalnya bertujuan membela masyarakat justru malah merugikan masyarakat.
Kondisi ini sangat berbeda dengan situasi aksi mahasiswa menurunkan Soeharto pada Mei 1998. Saat itu banyak masyarakat menaruh simpati pada aksi mahasiswa yang pada akhirnya berhasil membuat Soeharto lengser.
Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno menilai aksi mahasiswa saat ini dikecam karena aksi tersebut membuat repot masyarakat. Bila ingin mendapat simpati , mahasiswa harus melakukan aksi yang tidak merugikan masyarakat. "Jangan merugikan masyarakat umum. Karena perjuangan untuk masyarakat, ya jangan merepotkan masyarakat," kata Mbah Tardjo.
Rama Pratama, mantan aktivis mahasiswa 98 meminta pengertian masyarakat atas demo menentang kenaikan BBM. Menurut Rama, aksi mahasiswa dari dulu sampai sekarang sudah pasti membuat macet jalan.
"Hanya orang yang tidak tahu dan tidak pernah turun ke jalan saja yang mengutuk aksi mahasiswa membuat macet jalan," kata Rama. Namun Rama kemudian menasehati para mahasiswa agar untuk selanjutnya melakukan aksi secara lebih cerdas.
Keterangan Foto: Aksi unjuk rasa Mahasiswa UKI menolak kenaikan harga BBM, Selasa (27/5). Mereka memblokir Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur. (ron/iy)











































