Hari Ke-6 Perburuan Munarman

Hari Ke-6 Perburuan Munarman

- detikNews
Senin, 09 Jun 2008 05:46 WIB
Jakarta - Hari ini, genap sudah 6 hari Komando Laskar Islam (KLI) Munarman menghilang. Sejak diminta menyerahkan diri Selasa 3 Juni 2008 lalu, Munarman tak pernah terlihat lagi.

Munarman terakhir kali terlihat di depan umum pada Selasa 3 Juni 2008. Pukul 10.00 WIB, Munarman menggelar jumpa pers di Markas FPI di Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, mengklarifikasi foto dia mencekik seseorang yang dimuat di sejumlah media.

Munarman menjelaskan, orang yang dicengkeram lehernya bukan anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) namun anggota FPI yang hendak melakukan kekerasan. Munarman pun menyatakan siap ditahan asalkan Jemaat Ahmadiyah dibubarkan dan AKKBB ditangkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Siang hari, pukul 14.00 WIB, Kapolsek Tanah Abang Kompol Jhoni Iskandar menemui Munarman di Markas FPI. Namun Munarman tidak ditahan karena polisi masih harus mengumpulkan bukti-bukti.

Sore hari, pukul 15.30 WIB, Ketua Umum FPI Habib Rizieq menggelar jumpa pers lagi di Markas FPI. Namun Munarman tak kelihatan dan Habib Rizieq pun mengaku tak tahu di mana pria asal Palembang.

Pukul 17.00 WIB, tetangga Munarman di rumahnya di Pondok Cabe melihat pria yang sehari-sehari dilihat kalem itu bersama sejumlah tamu yang sebagian berjenggot. Malam hari, Munarman dan keluarganya dibawa para tamu itu pergi.

Pukul 20.30 WIB, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman memerintahkan penangkapan pelaku kerusuhan Monas. Munarmand dan kawan-kawan harus menyerahkan diri sebelum pergantian hari menuju Rabu 4 Juni 2008.

Rabu 4 Juni 2008, pukul 06.00 WIB, 1.500 personel polisi mengepung Markas FPI. Puluhan aktivis FPI ditangkapi. Munarman tak ada di lokasi.
Β 
Siang, pukul 13.00 WIB, Munarman dinyatakan polisi masuk daftar pencarian orang (DPO) atau buron. Munarman lagi-lagi diminta menyerahkan diri.

Siang itu juga, orang yang mengaku Munarman mengirimkan e-mail ke sejumlah media termasuk redaksi detikcom. Munarman dalam emailnya menyatakan siap menyerahkan diri jika Ahmadiyah dibubarkan dan Namru 2 diberangus dari Indonesia.

Kamis 5 Juni 2008 pukul 12.30 WIB, Munarman mengirimkan rekaman video pernyataannya ke sejumlah stasiun televisi. Isi pernyataan Munarman dalam rekaman video sama dengan email yang dikirimkan sehari sebelumnya.

Kamis sore itu juga, beredar isu Munarman akan menyerahkan diri. Namun hari berganti, puluhan wartawan yang berjaga di Mapolda Metro Jaya hanya menelan angin. Munarman masih buron.

Jumat, 6 Juni 2008, pukul 09.30 WIB, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menyatakan, polisi terus mencari Munarman. Semua polda diwajibkan memasang telinga dan mata dengan seksama.

Jumat sore, Ditjen Imigrasi resmi mengeluarkan surat cekal (cegah dan tangkal) pada Munarman. Menurut Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Imigrasi Syaiful Rachman, Munarman dilarang bepergian ke luar negeri selama 20 hari.

Sabtu, 7 Juni 2008, beredar SMS Munarman ditemukan tewas di perkebunan di kawasan Jatijajar, Bandung, Jawa Barat. Namun SMS itu dibantah polisi. Munarman masih tetap misteri.

Minggu 8 Juni 2008, polisi menggeledah rumah Munarman di Pondok Cabe. 41 Barang disita polisi. Sejumlah wartawan pun masih terus berjaga-jaga di Mapolda Metro Jaya. Namun hari berganti ke Senin 9 Juni 2008, Munarman masih entah di mana. (aba/aba)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads