"Sejak zaman Majapahit, Bhinneka Tunggal Ika sudah ada. Kalau Indonesia sekarang berbeda-beda, biarkan saja. Keyakinan agama, etnis dan macam-macam, ini semua kan ditampung di UUD 1945," ungkap Gus Dur dalam tausiyah di hadapan ratusan kader GP Ansor di markasnya, Jl Kramat Raya, Jakarta, Minggu (8/6/2008).
"UU 45 itu mencakup kebebasan berpikir dan berpendapat. Dan inilah yang dilupakan pemimpin-pemimpin kita. Yang namanya lupa, ya nggak apa-apa," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































