Hal itu dikemukakan Duta Besar Artauli Tobing, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Deplu RI dalam diskusi yang digelar KBRI Bratislava bekerjasama dengan lembaga think tank terkemuka Slovakia, Slovak Foreign Policy Association (SFPA) di Bratislava.
Dari segi geopolitik negara-negara di kawasan memiliki arti strategis tidak saja dikarenakan mereka mendukung kedaulatan Indonesia sejak pertama kali kemerdekaan, tetapi juga karena adanya kesamaan posisi dalam mempromosikan multilateralisme, demikian Tobing seperti disampaikan Korfungsi Pensosbud Wanton Saragih kepada detikcom langsung dari Bratislava (8/8/20076).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keanggotaan Slovakia di UE sejak 2004 juga memiliki arti strategis sebagai entry point bagi produk ekspor Indonesia ke negara anggota UE lainnya maupun Eropa Tengah dan Timur (ETT). Meskipun masih relatif kecil, neraca perdagangan Indonesia dengan Slovakia senantiasa menunjukkan surplus dan keuntungan bagi Indonesia sebesar US$ 110,67 juta per Oktober 2007.
Forum diskusi yang berlangsung semarak dihadiri oleh kalangan anggota korps diplomatik, pejabat Kemlu Slovakia, mantan Duta Besar, media, akademisi, pengusaha serta mahasiswa yang ada di Bratislava.
Diharapkan dari diskusi tersebut pemerintah dan masyarakat Slovakia dapat lebih meningkatkan pemahaman mereka mengenai kebijakan luarnegeri Indonesia dan prospek hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan ETT, khususnya Slovakia. (es/es)










































