"Pagi ini akan di-launching Pak Gubernur di Ancol pukul 10.00 WIB. Ada 10 bus, kita operasikan 9, 1 cadangan," ujar Manajer Pengendalian BLU TransJakarta Rene Nunumete ketika dihubungi detikcom, Minggu (8/6/2008).
Bus gandeng ini, imbuhnya, untuk sementara hanya beroperasi di Koridor V, karena haltenya sudah disiapkan untuk bus gandeng. Yaitu halte 3 pintu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bus gandeng ini, imbuhnya, di tengah-tengahnya memang nyambung bak gerbong kereta api. Dan terdapat pintu untuk turun di tengah-tengah bus gandeng itu. Namun Rene menjelaskan, karena mengangkut banyak penumpang, bus gandeng berjalan lebih lambat.
"Penumpang yang ingin cepat dan aman pakai bus single itu. Kalau penumpang ingin aman dan nyaman pakai bus gandeng. Bus gandeng agak lambat daripada bus single, daya tampungyna banyak," jelas dia.
Bus single ini, lanjut Rene, direncanakan lewat fly over Senen. Sedangkan bus gandeng, direncanakan melewati bawah fly over, karena mampir dulu di halte sentral Senen. "Karena bisa menampung limpahan penumpang dari Koridor II (Pulogadung-Harmoni)," ujar dia.
Dengan demikian, Jakarta Mega Trans (operator koridor V dan VII) yang mengoperasikan bus gandeng, imbuh dia, akan mengembalikan 13 busnya kepada Trans Batavia (operator koridor II dan III). "Jadi sekarang JMT punya 9 bus gandeng, dan 16 bus single," kata dia.
Jam operasional bus gandeng ini, imbuh Rene, mengikuti operasional TransJ dari pukul 05.00 - pukul 22.00 WIB tiap harinya. Anda ingin mencoba? (nwk/nwk)











































