"Saya yang termasuk meminta duet ini harus tetap berjalan ke depan. Yudhoyono dan Kalla tetap akan kami kawal dan tidak ada upaya-upaya untuk menjatuhkan hingga 2009," tegas Ketua Fraksi Golkar Priyo Budi Santoso.
Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk 'Golkar capek dukung SBY' di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini (wacana cabut dukungan) akumulasi dari sekian banyak peristiwa. Kami juga agak terkejut di Pilkada Lampung dan Malut. Kami diperlakukan tidak adil," beber Priyo.
Namun dia berharap, wacana pencabutan dukungan hanya merupakan duri dari hubungan SBY-JK.
"Mudah-mudahan ini hanya merupakan duri kecil dalam hubungan kami. Mudah-mudahan ke depan akan ada keajaiban," pungkasnya.
Sebelumnya, pada 2 Juni 2008 Mendagri menetapkan Thaib Armayn dan Abdul Ghani Kasuba sebagai Gubernur Malut. Dengan penetapan itu, jago Golkar Abdul Gafur-Abur Rahim Fabanyo kalah. DPP Partai Golkar pun memprotes penetapan itu. (nik/ana)










































