"Saya lihat di jembatan penyeberangan ada spanduk tulisan 'kami mendukung pemberantasan preman berjubah', tertulis pemuda demokrat," katanya dalam tabligh akbar di Masjid Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Jumat (6/6/2008).
Khaththath meminta polisi segera menurunkan spanduk bernada provokatif itu. Jika dibiarkan, dia khawatir umat akan resah dan dapat memunculkan masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habib Rizieq yang kesehariannya kerap memakai jubah, menurut Khaththath, bukanlah preman. Habib adalah pejuang Islam.
"Kita bukan jenguk preman berjubah tapi mujahid. Penegak Islam di Indonesia," serunya sesaat sebelum memimpin massa FUI menjenguk Habib Rizieq di Mapolda Metro Jaya sore tadi.
(gah/ndr)











































