Struktur Ruang Kerja DPR Rentan Digunakan Pelecehan Seksual

Struktur Ruang Kerja DPR Rentan Digunakan Pelecehan Seksual

- detikNews
Jumat, 06 Jun 2008 15:12 WIB
Jakarta - Asisten perempuan anggota DPR yang terkadang kerja hingga larut malam membuat kedudukan mereka semakin rentan terhadap pelecehan seksual. Ditambah lagi dengan struktur ruang kerja di Gedung Nusantara I.

"Di tengah jutaan pengangguran sekarang ini kedudukan itu semakin lemah, ditambah dengan struktur ruang-ruang kerja di Nusantara I dan jam kerja yang kadang sampai malam, maka kedudukan asisten perempuan makin rentan," kata anggota Komisi III DPR Nursyahbani Katjasungkana kepada detikcom, Jumat (6/6/2008).

Nursyahbani menjelaskan, ruang di Gedung Nusantara itu tertutup rapat. Tidak ada celah untuk orang lain melihat. "Memang mepet satu sama lain sih, kalau teriak-teriak aku nggak tahu deh bisa kedengeran apa enggak," imbuh dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nursyahbani pun berbagi trik bagi asisten wanita untuk menyelamatkan diri jika dilecehkan. Menurutnya, setiap perempuan harus berani mengatakan tidak.

"Setiap perempuan harus bersikap asertif dan berani mengatakan tidak bagi setiap usaha pelecehan seksual. Tapi kita tahu kedudukan para asisten itu sangat lemah dan hubungan kerjanya karena kontrak dengan sekjen dibayar negara, karena yang berkuasa adalah anggota DPR-nya," pungkas aktivis perempuan ini.

Desi, perempuan ayu mantan sekretaris Max Moein, melaporkan anggota FPDIP itu ke Badan Kehormatan (BK) DPR dengan tuduhan pelecehan seksual. Laporan Desi baru ditindaklanjuti saat ini setelah berita foto syur Max Moein dengan seorang wanita lain tersebar luas.
(mly/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads