"Menjenguk itu hak semua orang," kata Jubir Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah di Kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (6/6/2008).
Ada apa di balik kunjungan Heffern? "Saya tidak mau berspekulasi. Saya sendiri belum mendengar informasi itu," jawabnya.
Sebelumnya diberitakan, kunjungan Heffern mengundang kecurigaan FPI bahwa aksi AKKBB disokong oleh AS. Bahkan AKKBB dituding menerima duit US$ 26 juta dari AS sejak 1995 hingga 1997. (irw/nrl)











































