Senin, 2 Juni 2008 pukul 12.00 WIB
Munarman menggelar jumpa pers di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat. Ketika itu Munarman menyatakan siap bertanggung jawab atas kerusuhan di Monas. "Tangkap saya tapi jangan ganggu laskar saya," kata Munarman.
Sebelum digelarnya jumpa pers polisi sudah menetapkan 5 tersangka dalam kasus rusuh Monas. Namun polisi belum menyebut nama tersangkanya karena khawatir akan melarikan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senin, 2 Juni 2008 pukul 21.00 WIB
Di Kantor Menko Polhukkam Kabareskrim Mabes Polri Irjen Bambang Hendarso Danuri mengisyaratkan akan mengejar pelaku kerusuhan Monas termasuk Munarman. detikcom berusaha menghubungi Munarman melalui kedua nomor HP-nya namun Munarman tetap tak bisa dihubungi.
Selasa 3 Juni 2008 pukul 10.00 WIB
Munarman kembali menggelar jumpa pers di Markas FPI. Dalam jumpa pers itu Munarman mengklarifikasi foto yang dimuat di sejumlah media. Munarman menjelaskan, orang yang dicekiknya bukan anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) namun anggota FPI.
Selasa 3 Juni 2008 pukul 12.00 WIB
Ketua FPI Habib Rizieq mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan AKKBB. Saat itu, Rizieq menyatakan, Munarman siap bertanggung jawab dan menyerahkan diri asalkan Jemaat Ahmadiyah dibubarkan dan AKKBB ditangkap. Tapi, Munarman tak ikut rombongan Rizieq.
Selasa 3 Juni 2008 pukul 14.00 WIB
4 Polisi yang dipimpin Kapolsek Tanah Abang Kompol Jhoni Iskandar menemui Munarman di Markas FPI. Namun polisi tidak menahan Munarman dengan alasan harus mengumpulkan bukti-bukti.
Selasa 3 Juni 2008 pukul 15.30 WIB
Ketua FPI Habib Rizieq menggelar jumpa pers lagi di Markas FPI. Dalam jumpa pers itu tidak terlihat Munarman. Habib pun mengaku tidak tahu di mana Munarman berada. "Saya tidak tahu. Kalau istri saya, saya tahu," seloroh Habib.
Selasa 3 Juni 2008 pukul 17.00 WIB
Munarman terlihat oleh tetangganya berada di rumahnya di kawasan Pondok Cabe. Munarman didatangi sejumlah tamu, sebagian pria-pria yang berjenggot. Malam hari, Munarman dan keluarganya dibawa para tamu itu pergi entah ke mana.
Selasa 3 Juni 2008 pukul 20.30 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman meminta pelaku kerusuhan Monas menyerahkan diri, termasuk Munarman. Jika tidak mereka akan dijemput paksa. Dia memberikan deadline hingga Selasa 3 Juni tengah malam.
Rabu 4 Juni 2008 pukul 06.40 WIB
Seribu polisi mendatangi markas FPI. Mereka menangkap puluhan anggota FPI. Dalam penangkapan itu tidak terlihat Munarman.
Rabu 4 Juni 2008 pukul 08.00 WIB
Pengacara Munarman, Achmad Michdan menyatakan tidak mengetahui keberadaan kliennya itu. Setelah itu isu Munarman kabur dan sembunyikan mulai marak.
Rabu 4 Juni 2008 pukul 13.00 WIB
Mabes Polri menyatakan Munarman masuk dalam DPO alias buronan. Polri meminta Munarman menyerahkan diri.
Rabu, 4 Juni 2008 pukul 13.30 WIB
Orang yang mengaku Munarman mengirimkan e-mail ke sejumlah media termasuk redaksi detikcom. Munarman dalam emailnya menyatakan siap menyerahkan diri jika Ahmadiyah dibubarkan dan Namru 2 cabut dari Indonesia.
Rabu 4 Juni 2008 pukul 15.00 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Sutanto di Istana meminta Munarman menyerahkan diri. "Dia kan pimpinan harus bertanggung jawab," ujar Kapolri.'
Rabu 4 Juni 2008 pukul 16.00 WIB
10 Polisi mendatangi Markas FPI kembali. Mereka mencari Munarman, namun polisi gagal menemukannya.
Rabu 4 Juni 2008 pukul 17.26 WIB
Wartawan detikcom mencoba mendatangi rumah Munarman di Pondok Cabe. Namun Munarman tidak terlihat.
Kamis 5 Juni 2008 dini hari
Informasi menyebutkan 20 polisi mendatangi rumah Munarman di Pondok Cabe. Namun lagi-lagi Munarman tidak ditemukan. Polisi mulai memburu Munarman ke berbagai tempat termasuk di sejumlah hotel.
Kamis 5 Juni 2008 pukul 12.30 WIB
Munarman mengirimkan rekaman video pernyataannya ke sejumlah stasiun televisi. Isi pernyataan Munarman dalam rekaman video sama dengan email yang dikirimkan sehari sebelumnya.
Kamis 5 Juni 2008 pukul 17.00 WIB
Munarman akan menyerahkan diri dengan ditemani Anton Medan, Kamis sore. Hal ini diungkapkan anggota Tim Pengacara Muslim, Achmad Michdan.
Kamis 5 JUni 2008 pukul 17.30 WIB
Anton Medan mengaku tidak mengetahui keberadaan Munarman. Namun dia mengaku sempat melakukan kontak dengan Munarman. Namun Anton Medan menyatakan, Munarman akan menyerahkan diri Kamis 5 Juni malam kepada salah seorang perwira tinggi Polri berpangkat inspektur jenderal. Penyerahan diri akan berlangsung Kamis malam.
Kamis 5 Juni 2008 pukul 17.45 WIB
Beredar informasi Munarman akan menggelar jumpa pers di Tomang Jakarta Barat. Namun hingga pukul 17.45 WIB, jumpa pers tak kunjung digelar dan Munarman pun tak terlihat. Polisi pun sudah berjaga-jaga di kawasan Tomang untuk menangkap Munarman.
Kamis 5 Juni 2008 malam
Wartawan pun berkumpul di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri untuk mengabadikan penyerahan diri Munarman. Namun hingga tengah malam kabar penyerahan diri Munarman belum juga terbukti.
Kamis 5 Juni 2008 pukul 23.00 WIB
Salah satu pengacara Munarman, Yanto mengatakan, Munarman akan menyerahkan diri dan polisi bergerak menuju Sentul untuk menjemput Munarman. Namun lagi-lagi kabar ini tidak terbukti.
Jumat 6 Juni 2008 pukul 04.30 WIB
Anton Medan menyatakan, Munarman sebenarnya ingin menyerahkan diri ke Sentul, Bogor, Jawa Barat namun akhirnya tidak jadi karena polisi langsung memburunya menuju Sentul. Kata Anton Medan, Munarman ingin menyerahkan diri dan tidak ingin ditangkap.
Jumat 6 Juni 2008 pukul 09.30 WIB
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menyatakan, polisi terus mencari Munarman. Munarman tidak hanya dicari di Jakarta tapi juga diintensifkan di kota-kota lain.
(mar/asy)











































