Gara-gara Aparat Hukum Lambat, FPI Jadi Represif

Gara-gara Aparat Hukum Lambat, FPI Jadi Represif

- detikNews
Kamis, 05 Jun 2008 18:23 WIB
Jakarta - Penegakkan syariat Islam yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) selalu identik dengan kekerasan. FPI yang represif ini dinilai karena aparat hukum yang lambat.

"Kalau kita tanyakan pada tokoh FPI, saya kan bisa jelaskan masalah ini. Mereka bilang kami sudah menempuh prosedur, kami sampaikan ada perjudian pada polisi tapi tidak ada tindakan," jelas Wakil Komisi Pengkajian MUI Ismail Yusanto.

Hal itu disampaikan Ismail dalam jumpa pers di Kantor MUI, Masjid Istiqlal, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika polisi bertindak proporsional dan profesional, lanjut Ismail, niscaya FPI tidak akan berbuat yang menimbulkan kekerasan.

"Jadi ini cermin dari kelambanan aparat penegak hukum dalam menangani masalah masyarakat. Ini kritik agar aparat kepolisian lebih meningkatkan profesionalitasnya," kata Ismail.

Sementara, Ketua Umum MUI Amidhan menuturkan, stigma kekerasan yang disematkan FPI berasal dari lawan politik FPI.

"Itu lawan politik FPI sehingga distigmatisasi bahwa FPI itu keras," imbuh dia.

"Mungkin itu spontanitas," ujar Ismail saat ditanya aksi kekerasan yang dilakukan FPI dalam rusuh Monas. (ptr/mly)


Berita Terkait