Munarman akan Serahkan Diri ke Jenderal Polri Malam Ini

Munarman akan Serahkan Diri ke Jenderal Polri Malam Ini

- detikNews
Kamis, 05 Jun 2008 18:00 WIB
Munarman akan Serahkan Diri ke Jenderal Polri Malam Ini
Jakarta - Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman berencana menyerahkan diri ke polisi malam ini. Namun, Munarman tidak akan menyerahkan diri ke Mabes Polri atau Polda Metro Jaya. Munarman akan menyerahkan diri ke seorang jenderal polisi bintang dua (inspektur jenderal).

"Munarman akan menyerahkan diri ke perwira tinggi Polri berpangkat Irjen malam ini. Tapi, saya tidak bisa beritahu namanya," kata Anton Medan, pimpinan Pondok Pesantrean At-Taibin Bogor, yang juga merupakan keluarga Munarman, saat dihubungi detikcom, Kamis (5/6/2008).

Seharusnya, kata Anton, Munarman berniat menyerahkan diri ke polisi pukul 09.00 WIB tadi pagi. Dia berencana menyerahkan diri setelah mengedarkan siaran pers dalam bentuk rekaman video dan e-mail ke media massa.

"Siaran pers sudah disebar, termasuk melalui e-mail ke detikcom. Tapi, ternyata Munarman belum juga menyerahkan diri. Kontak saya terakhir dengan Munarman pukul 09.00 lebih dikit tadi pagi, Munarman berjanji akan menyerahkan diri malam ini," ujar dia.

Untuk mempersiapkan penyerahan diri Munarman, telah dibuat sejumlah kesepakatan-kesepakatan. "Antara lain Munarman akan menyerahkan diri ke perwira tinggi Mabes Polri. Seorang berpangkat Irjen di Mabes Polri dan perwira tinggi di Polda Metro Jaya sudah sepakat," kata Anton.

Kesepakatan lain, Munarman akan didampingi pengacara, Syamsul Bahri, yang tak lain adalah menantu Anton Medan. "Syamsul Bahri ini menantu saya dan juga adik (bukan adik kandung-Red) Munarman. Jadi pengacaranya nanti bukan dari TPM," jelas dia.

Bila memang Munarman jadi menyerahkan diri malam ini, maka Anton, sebagai perwakilan keluarga akan mendampinginya ke Polda Metro Jaya. Dia belum tahu pasti jam berapa Munarman akan menyerahkan diri. "Sekarang, saya tinggal menunggu telepon dari Munarman saja. Kalau dia sudah siap, ya nanti saya antar ke Polda Metro Jaya bersama para perwira tinggi tadi," ujar dia.

Anton tidak mengetahui posisi Munarman saat ini. Anton sempat ketemu Munarman seusai kasus rusuh Monas 1 Juli 2008 . Namun, setelah polisi menetapkan Munarman sebagai DPO, Anton tidak pernah ketemu lagi. Munarman yang juga sebagai pengawas Yayasan Pondok Pesantren At-Taibin hanya telepon beberapa kali ke Anton Medan. Menurut Anton, dirinya sebagai perwakilan keluarga telah meminta Munarman menyerahkan diri. (asy/mar)


Berita Terkait