TNI AL Harap Kemandirian Pembuatan Alutsista Segera Dimulai

TNI AL Harap Kemandirian Pembuatan Alutsista Segera Dimulai

- detikNews
Kamis, 05 Jun 2008 14:45 WIB
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Sumardjono berharap, kemandirian nasional pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) segera dimulai. Kemandirian ini akan mempengaruhi efisiensi sistem logistik.

"Saya pikir, langkah menuju kemandirian nasional di dalam memenihi alutsista TNI ini harus segera dimulai. Memang awalnya pasti tidak enak, karena hasil rekayasa kita tidak akan sebagus bila langsung beli," kata Sumardjono dalam jumpa pers usai Sarasehan Alutsista Angkatan Laut di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (5/6/2008).

Menurut Sumardjono, AL merupakan angkatan yang heavy material dan syarat teknologi yang selama ini diimport dari luar negeri. Bila Indonesia terus ketergantungan pada produk luar negeri, justru akan menyulitkan sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Contohnya embargo dan pembatasan export license yang pernah kita alami. Betapa rapuhnya kita dan sistem pertahanan kita, sehingga kemandirian nasional ini harus segera dimulai," tegasnya lagi.

Seharusnya Indonesia, lanjut Sumardjono, bisa berkaca dari India, Cina, Pakistan, dan negara lain yang memang awalnya sulit, tapi sudah lebih dulu bisa alutsistanya sendiri. "Kita sebagai negara besar harus mampu melakukan ini," ujarnya bersemangat.

Sumardjono mengatakan, keuntungan dengan kemandirian produksi alutsista sendiri ini akan mengefisiensikan berbagai hal, seperti logistik, pendidikan, dan latihan. Sedangkan untuk transfer of technology (TOT) bisa dilakukan dalam pembelian beberapa alutsista dari luar negeri yang kini dilakukan.

"Pada saat pesan inilah, kita sudah mulai transfer teknologinya, misalnya pada kapal sigma class, ini sudah kita lakukan dari Belanda. Pada saat ini, kita bangun kapal yang sama di PT PAL, jadi itu jelas jaminan kualitasnya, tidak akan jauh dari aslinya," tuturnya.

Sebenarnya Sumardjono menambahkan, di Indonesia sudah banyak SDM yang berkualitas dan mampu memperoduksi peralatan berteknologi, seperti pesawat, kapal, alat komunikasi dan senjata. "Ilmuwan kita banyak kok, masalahnya hanya kesempatan yang selama ini belum diperoleh, banyak orang kita yang bekerja di luar negeri dan mereka hebat semua," imbuhnya. (zal/mly)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini