"Saya pikir, langkah menuju kemandirian nasional di dalam memenihi alutsista TNI ini harus segera dimulai. Memang awalnya pasti tidak enak, karena hasil rekayasa kita tidak akan sebagus bila langsung beli," kata Sumardjono dalam jumpa pers usai Sarasehan Alutsista Angkatan Laut di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (5/6/2008).
Menurut Sumardjono, AL merupakan angkatan yang heavy material dan syarat teknologi yang selama ini diimport dari luar negeri. Bila Indonesia terus ketergantungan pada produk luar negeri, justru akan menyulitkan sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya Indonesia, lanjut Sumardjono, bisa berkaca dari India, Cina, Pakistan, dan negara lain yang memang awalnya sulit, tapi sudah lebih dulu bisa alutsistanya sendiri. "Kita sebagai negara besar harus mampu melakukan ini," ujarnya bersemangat.
Sumardjono mengatakan, keuntungan dengan kemandirian produksi alutsista sendiri ini akan mengefisiensikan berbagai hal, seperti logistik, pendidikan, dan latihan. Sedangkan untuk transfer of technology (TOT) bisa dilakukan dalam pembelian beberapa alutsista dari luar negeri yang kini dilakukan.
"Pada saat pesan inilah, kita sudah mulai transfer teknologinya, misalnya pada kapal sigma class, ini sudah kita lakukan dari Belanda. Pada saat ini, kita bangun kapal yang sama di PT PAL, jadi itu jelas jaminan kualitasnya, tidak akan jauh dari aslinya," tuturnya.
Sebenarnya Sumardjono menambahkan, di Indonesia sudah banyak SDM yang berkualitas dan mampu memperoduksi peralatan berteknologi, seperti pesawat, kapal, alat komunikasi dan senjata. "Ilmuwan kita banyak kok, masalahnya hanya kesempatan yang selama ini belum diperoleh, banyak orang kita yang bekerja di luar negeri dan mereka hebat semua," imbuhnya. (zal/mly)










































