Saat markas FPI digerebek pada Rabu pagi, 4 Juni 2008, Munarman tidak berada di antara 58 orang yang dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Padahal, Habieb Rizieq termasuk yang dibawa untuk diperiksa menyangkut kerusuhan di Monas, 1 Juni 2008.
Untuk mencari Munarman, polisi sampai bolak-balik ke markas FPI di Jl Petamburan III. Namun hasilnya zero!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mabes Polri juga dikabarkan menerima SMS dari salah seorang pengacara Munarman. Isinya, Munarman akan menyerahkan diri pada Kamis dinihari. Dengan harapan isi berita di SMS itu benar, Polri menyiapkan beberapa perwira untuk berjaga-jaga.
"Rencananya, kalau dia tiba akan segera kami tahan dan diserahkan ke penyelidik di Polda," kata seorang perwira yang ikut menunggu kedatangan Munarman pada Rabu malam. Ditunggu-tunggu hingga Kamis siang ini wajah mantan Ketua YLBHI itu tidak juga terlihat.
Mabes Polri juga menerima SMS lain. Isinya Munarman berada di Jakarta Timur. Namun keberadaannya tetap susah dilacak karena disebut-sebut Munarman berpindah-pindah tempat. Lalu ke mana lagi Polisi akan memburu Munarman?
"Ya kita terus sisir daerah Jakarta dan keluar kota. Di mananya, tidak perlu kita sebutkan nanti dia kabur," kata Kadiv Humas Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis ini.
Menurut Abubakar, polisi juga belum mencekal pria yang masuk DPO tersebut.
Selagi polisi masih mengubek-ubek Jakarta dan sekitarnya untuk mencari Munarman, tiba-tiba beredar SMS di kalangan wartawan. Isinya, Munarman akan menggelar jumpa pers di sebuah tempat di Jl Rawa Kepa, Tomang, Jakarta Barat, sekitar pukul 16.30 WIB. Apakah isi SMS itu benar? Entahlah. Pengacara Munarman dari TPM, Ahmad Michdan, ketika ditanyai kebenaran SMS tersebut, juga mengaku tidak tahu. Di manakah kau Munarman Sarjana Hukum?
(ana/nrl)











































