"Kalau SBY mengembangkan blue energy, itu kuno, lambat dan sudah diterapkan oleh negara lain seperti Inggris dan Jepang," ujar Kivlan saat mendeklarasikan diri sebagai capres di Museum Kebangkitan Nasional di Jl Abdul Rahman Saleh, Jakarta, Kamis (5/6/2008). Deklarasi itu hanya diikuti 10 pendukung Kivlan.
Namun meski mengkritik wacana blue energy, dengan penuh percaya diri, Kivlan menyatakan akan segera membangun pabrik blue energy jika kelak terpilih menjadi presiden. "Kalau saya jadi presiden, saya siap bangun pabriknya," sesumbarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya blue energy bisa lebih murah," imbuh penulis buku 'Konflik dan Integrasi TNI AD' ini.
Ditambahkan Kivlan, meski kemungkinan Pertamina akan mengalami kerugian ia meyakinkan tetap akan mengembangkan bahan bakar alternatif itu. (ptr/nrl)











































