Begitulah aksi demo yang digelar 23 mahasiswa pencinta lingkungan hidup dan kemanusiaan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aksi bisu ini mereka aspirasikan di depan Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.
Bisu dan hening adalah penggambaran mereka terhadap pemerintah Indonesia yang tidak dapat memanfaatkan sumber daya alam (SDA) dari campur tangan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini diwarnai pertunjukan teaterikal tanpa suara. Bisu.
Dua orang berpakaian putih yang tangannya diborgol, tampak menggeliat dan bergulung-gulung di aspal. Sementara mahasiswa lainnya sibuk mengacung-acungkan spanduk mereka.
"Kami ingin anak cucu juga menikmati SDA ini. Kami ingin dilakukan nasionalisasi SDA dan mengatur ulang penguasaan aset dari pihak asing," kata koordinator aksi Satrio Anggoro di sela-sela aksi itu.
Demo Kenaikan BBM
Tak jauh dari lokasi aksi bisu, ratusan orang dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia berdemo menuntut penghapusan sistem kerja outsourcing dan buruh kontrak.
Puluhan spanduk juga mereka bentangkan. Antara lain berisi, 'BBM naik lagi rakyat miskin akan bertambah. Karena itu kami minta pemerintah membatalkan kenaikan harga itu' dan 'Naikkan upah buruh 100 persen atau batalkan kenaikan BBM.' Aksi ini dipenuhi teriakan seperti demo lazimnya.
(ptr/nrl)











































